Organisasi Profesi Guru
Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.
Tema Gambar Slide 2
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Tema Gambar Slide 3
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Sunday, 7 June 2020
Sunday, 31 May 2020
Seminar Mengotak-atik Google Form dan Whatapp Auto
IGI Pesisir Barat bersama Krui Pebelajar mengadakan Seminar untuk menjawab pendidikan di era pandemi covid 19. Seminar kali ini akan fokus terhadap evaluasi pembelajaran dengan menggunakan google form dan whatsapp auto.
Narasumber kali ini sangat spesial karena merupakan acara pertama dari @Kruipembelajar . Guru hebat yang menjadi narasumber kali ini adalah Anggi Perdana, S.Pd.,Gr. yang merupakan guru SMA N 1 Bintan Pesisir, Kepulauan Riau. Finalis inobel kemendikbud 2019 ini aktif dalam membagikan ilmunya baik youtube, bloger, ataupun seminar dn lokakarya
Modelator kali ini akan diisi langsung oleh Founder Krui Pembelajar yaitu Dimas Setyo Kukuh Permono,S.Pd.,Gr . Guru GGD 2016 ini aktif dalam organisasi IGI Pesisir Barat dan berkomitmen untuk mengembangkan kualitas guru khususunya di Pesisir Barat.
Pesisir Barat beserta daerah lainya merupakan salah satu kabupaten yang terdampak akan pandemi covid 19. dengan adanya pelatihan ini diharabkan guru guru dengan mudah memberikan evaluasi pembelajaran kepada peserta didik.
Google Form dipilih pada sesi ini karena merupakan platform yang familiar dan mudah digunakan oleh guru. Sedangkan Whatsaap Auto digunakan karena aplikasi ini paling banak digunakan oleh peserta didik.
Waktu pelaksanaan pada Rabu 3 Juni 2020 melalui @kruipempembelajar dan terbuka untuk umum.
by. Dimas Setyo Kukuh Permono
Friday, 22 May 2020
Teknik Membatik Alami untuk AUD ( Aris Sudiyanto,S.Pd.,Gr. )
TEKNIK
MemBatik
Alami Untuk AUD
Oleh: Aris Sudiyanto
Inovasi sebuah pembelajaran tiada akhirnya mulai
dari teknologi dan sampai bahan alami, berkembangnya zaman inovasi-inovasi
pembelajaran bermunculan. Belajar merupakan suatu proses kegiatan untuk
memahami sesuatu yang berkaitan hal-hal positif, yang pada awalnya tidak
mengetahui menjadi tahu dan memahami. Proses pembelajaran tidak lepas dari
media dan bahan (material), media
sebagai alat untuk menyampaikan pesan atau ilmu kepada siswa sedangkan bahan
adalah alat untuk berkarya membuat sesuatu seperti batik, lukisan dan karya
lainya. Bahan juga seperti halnya media harus dipilih yang aman dan sesuai
dengan karakteristik peserta didik, bahan ini cocok tidak buat peserta didik, aman
tidak, bahkan sekarang banyak bahan yang beredar seperti adanya formalin bahkan
ada heroinnya (ganja), sering terungkap pada surat-surat kabar, bahkan sampai
kemakanan seperti permen yang dijual ada narkobanya, ini menjadi orang tua
was-was, dan harus teliti memilih bahan belajar praktik.
Bahan
yang digunakan untuk berkarya untuk Anak Usia Dini harus dipilih bahan yang
aman, contonya bahan alami yang ada di sekitar lingkunyan kita, selain aman
digunakan oleh anak juga ramah lingkungan. Artikel ini memuat membatik dengan
bahan alami. Membatik adalah proses
menghias suatu benda, kertas, kain yang polos, dengan teknik tulis, Printing
dan cap. Warna alami merupakan warna yang dihasilkan dari ekstrak tumbuhan yang
ada di lingkungan kita, seperti Kunyit, dun suji, akar mangga, dau mangga, kulit
buah manggis, getah pisang, dan lainya masih banyak dilingkungan kita jadi
pewarna alami. Untuk mencuci batik supaya tidak luntur dan sebagai pengikat ada
ektrak bunga tunjung (FeSO₄), dan getah pisang sebagai pengunci warna batik
karena mengandung (C₁₄H₁₀Og) merupakan senyawa nabati yang
bersifat asam, aromatik, dan memberikan rasa kesat.
Peserta
didik atau Anak-anak kita praktik membatik alami dengan bahan dan alat Kunyit,
Pelepah Pisang, pensil, dan pena, semua alat ini sudah disipakan oleh gurunya
atau orang tua dirumah. Praktik sekarang supaya tidak penasaran :
A. Kegiatan
1
Menyiapkan
alat dan bahan.
|
Alat
dan Bahan
|
Penjelasan/Uraian
|
Keterangan
|
|
Gambar
1. Alat dan Bahan
(Dokumen: Aris Sudiyanto 18 Mei 2020)
|
1.
Kunyit
untuk bahan pewarna alami.
2.
Kertas
untuk media batik.
3.
Pelepah
pisang sebagai alat cap batik.
4.
Pensil
untuk sket awal.
5.
Pena
untuk membuat isian (titik-titik)
6.
Sepidol
untuk kontur (garis).
|
1.
Kunyit
diparut dan di beri air sedikit.
2.
Pelepah
pisang sudah dipotong dan disiapkan oleh guru atau orang tua.
3.
Semua
bahan sudah disiapkan oleh guru atau orang tua.
|
B. Kegiatan
2
Pembuatan
Warna
|
Alat
dan Bahan
|
Penjelasan/Uraian
|
Keterangan
|
|
Gambar
2. Pewarna Dari Kunyit
(Dokumen: Aris Sudiyanto 18 Mei 2020)
|
1.
Pewarna
dari kunyit.
|
1.
Kunyit
yang sudah diparut diberi air secukupnya.
|
C. Kegiatan
3
Proses
Pewarnaan
|
Alat
dan Bahan
|
Penjelasan/Uraian
|
Keterangan
|
|
Gambar
3. Pewarna Dari Kunyit
(Dokumen: Aris Sudiyanto 18 Mei 2020)
|
1.
Setelah
sket sudah disiapkan
2.
Kegiatan
ke-3 adalah proses pewarnaan dengan teknik cap, bisa pewarnaan berpola
(Simetris) dan abstrak (asimetris)
|
1.
Sket
disedikan oleh guru atau orang tua. Kalau Anak sudah memahami, pertemuan selanjutnya sket bisa
anak sendiri yang membuat.
|
D. Kegiatan
4
Pameran
Hasil Praktik karya Batik Berpola.
Gamba 4. Hasil Karya Batik Alami Berpola
(Dokumen: Aris
Sudiyanto 18 Mei 2020)
Gambar di atas menunjukkan hasil karya dengan teknik
cap pewarna alami dari kunyit. Karya batik tersebut menggunakan pola sehingga
tersusun teratur atau dalam dunia seni di sebut simetris antara kanan dan kiri
memiliki keseimbangan yang sama. Kegiatan membatik ini melatih motorik halus
Anak Usia Dini, kesabaran, kedisiplinan, keuletan, dan teliti. Selain itu juga
melatih perhitungan/ketepatan menyusun sehingga secara automatis melatih
perkembangan otak kanan dan kiri.
E. Kegiatan
5.
Pameran
Hasil Karya Batik Tanpa Pola.
Gamba 5. Hasil Karya Batik Alami Tanpa Pola
(Dokumen: Aris
Sudiyanto 18 Mei 2020)
Pada gambar di atas merupakan hasil karya anak tidak
menggunakan pola atau disebut dalam dunia seni karya asimetris yang memiliki
arti bahwa membuat objek tidak sama antara kanan dan kiri atau tidak teratur
namun tetap menggunkan prinsip harmoni dan keseimbngan. Kegiatan batik cap di
atas melatih motorik halus anak dan jukan melatih perencanaan/perhitungan
secara acak dan bebas.
Dari kegiatan praktik
di atas semoga kita bisa praktik dengan anak-anak disekolah maupun di rumah.
Kegiatan membatik alami aman bagi Anak Usia Dini selain itu juga melatih anak
hidup secara ramah lingkungan dan mencintai lingkungan sekitar kita. Pewarna
alami tidak sulit di dapatkan di dapur kita setiap hari kita temukan. Belajar
kita buat mudah, indah, dan menyenangkan.
Keyword: Bahan, Anak Usia Dini, Pewarna Alami,
Batik, motorik, simetris dan asimetris.
Daftar
Pustaka.
Endang Kwartiningsih. Dkk. 2010. Jurnal Pemanfaatan Getah Jenis dan Bagian
Dari Pohon Pisang Sebagai Zat PewarnaAlami Tekstil. ISSN: 1412-9124.
www.batik.com. Diakses pada tanggal 18 Mei 2020
jam 09.45 WIB.
www.warnaalami.com. Diakses pada tanggal
18 Mei 2020 jam 10.09 WIB.
Lampiran 1.
Hasil Karya Simetris
Lampiran 2.
Hasil Karya Asimetris
Monday, 18 May 2020
Friday, 15 May 2020
Media Reuse Untuk AUD
Media Reuse
Untuk AUD
Gambar 1. Anak Sedang
Membuat Prakarya Tempat Pensil dari Bahan Reuse
(Dok. Aris Sudiyanto.2014 TK Aisyiyah Sedan, Sleman,
Yogyakarta)
Media pembelajar dengan bergilirnya
waktu akan berkembang mengikuti trend, pada zaman sekarang media pendidika yang
berbasis IT, untuk menjawab anak-anak melenial yang sudah canggih
mengaplikasikan digital. Pembahasan media pembelajaran tidak ada habisnya pasti
ada inovasi-inovasi supaya anak itu tertarik untuk belajar. Media pembelajaran
adalah alat untuk menyampaikan pesan, pesan apa ? kalau di dunia pendidikan
pesannya adalah sebuah materi atau ilmu, alat menyampaikan pesan tidak harus
yang mahal, namun harus aman digunakan oleh anak. Judul di atas sangat
menggelitik apa yang dimaksud dengan Reuse
? bukanya itu sampah ? amankah untuk Anak Usia Dini ? pertanyaan di depan
benar Reuse adalah sampah di dalam
benak pikiran kita, amankah, pasti aman kita sebagai pendidik cari media yang
aman.
Reused
berarti menggunakan kembali dengan fungsi yang sama atau fungsi lain, jadi
benda yang habis pakai digunakan kembali. Media Reuse adalah alat untuk menyampaikan pesan menggunakan bahan benda
bekas yang dapat digunakan kembali. Pemilihan media harus aman digunakan oleh
anak apa lagi ini anak usia dini jadi tingkat keamanan harus diutamakan, dalam
benda-benda bekas pasti banyak yang aman digunakan sebagai media kita sebagi
pendidik harus memilihnya dengan jeli. Konsep pendidikan Anak Usia Dini yaitu
belajar sambil bermain, atau main sambil belajar, jadi 80% anak itu belajarnya
didapat dari permainan. Media Reuse
ini bisa mengenalkan aspek Matematika,
Bahasa, Sosial, Agama, Seni dan Ketrampilan, dan Motorik. Selain kampanye
mengurangi sampah juga untuk media pembelajaran ramah lingkungan dan anak-anak,
bukan masalah media ini ketinggalan namun media ini sangat membantu anak untuk
kreatif dan inovatif. Di bawah ini kita bahas aplikasi media Reuse:
Contoh
Media Reuse 1
|
MEDIA
|
ASPEK
|
CAPAIAN
|
KETERANGAN
|
|
Gambar
2. Media Reuse Kotak Susu Bekas
(Dok: Aris Sudiyanto. 15 Mei 2020)
|
Matematika
|
Diawali
dengan memperkenalkan matematika dasar.
Anak-anak
kita lihat Kotak susu ini bentuknya apa ? persegi panjang buk ! pinter. Jadi
anak sudah mengenal satu bentuk persegi Panjang.
Anak-anak
jumlahnya Kotak ini berapa ? satu buk !
|
Di
jelaskan sambil ditulis di papan tulis. Persegi panjang dan angka satu.
Jadi
anak sudah mengenal angka satu, sambil di tulis di papan tulis.
Kita
bisa kembangka lagi kalau kita buka kotak susu bisa untuk mengenalkan
jaring-jaring balok, jadi dengan satu media ini bisa memberikan informasi
banyak
|
|
Bahasa
|
Diawali
dengan mengenal macam-macam bahasa.
Anak-anak
kotak susu ini ibu balik berbentuk apa ? pesersegi juga buk.
Ada
warna apa saja ? hijau, putih.
|
Jadi
anak sudah mengenal kosakata pesegi panjang. Warna hijau, dan putih. Sudah
tiga kosa kata di dapat. Ingat sambil di motivasi dan di tulis diperagakan
supaya anak-anak memahami dan tahu
|
|
|
Sosial
|
Diawali
dengan pengenalan lingkungan sekitar kita.
Anak-anak
kalau kotak susu ini di buang sembarangan boleh tidak ? tidak bu guru harus
di buang di tempat sampah, supaya tidak banjir.
|
Anak
sambil di beri stimulus ya. Jadi anak sudah memahami tentang sosial
lingkungan kita.
|
|
|
Agama
|
Dimulai
tentang Akhlak.
Anak-anak
kalau kita memberi sebuah barang kepada orang lain wajib yang baik atau yang kurang
baik ? yang baik buk terus menggunakan tangan mana ? kanan buk.
Anak-anak
kalau kotak susu ini kita buang sembarangan termasuk akhlak terpuji atau
tercela ? tercela buk
|
Perlu
kita sadari dengan stimulus satu media bekas ternyata anak-anak sudah bisa
menyimpulkan, menganlisa sejauh itu. Namun ingat ini harus ada stimulus yang
baik dalam belajar. Ini hanya sebuah tulisan harus praktik langsung
|
|
|
Seni
dan Ketrampilan
|
Dimulai
dengan perkenalan warna dan benda kegunaan.
Anak-anak
di kotak ini ada warna apa saja ? Biru, Hijau, merah
Anak-anak
kalau kita gunting atasnya terus kita hias bisa untuk tempat pesil. Anak di
beri stimulus ini, jadi anak juga belajar ketrampilan.
Ayo
anak-anak hari ini kita membuat tempat pensil
|
Secara
tidak langsung anak mengenal warna.
Anak-anak
mampu membuat pensil pasti kita kaget dengan motivasi anak-anak pasti bisa.
Pengalaman saya nagajat di TK dan AUD pesimis anak bisa namun ternyata bisa.
Lihat gambar 1.
|
|
|
Motorik
|
Ajak
anak-anak membuat prakarya kotak pensil dari bekas kotak susu, disitu pasti
ada kegiatan menggunting, menempel,
memegang, dan menyusun ini sudah motorik halus.
|
Kadang
kita tidak sadar ternyata hasilnya besar. Selamat mencoba Bunda-bunda AUD
|
Kegiatan
belajar dengan Media Reuse kotak Susu
di atas adalah contoh, kita bisa mengembangkan sendiri dan bahasa yang disukai
anak-anak.
Contoh
Media Reuse 2
|
MEDIA
|
ASPEK
|
CAPAIAN
|
KETERANGAN
|
|
Gambar
3. Media Reuse Bengkus Biskuit
(Dok: Aris Sudiyanto. 15 Mei 2020)
|
Matematika
|
Diawali
dengan memperkenalkan matematika dasar.
Anak-anak
jumlahnya bungkus biskuit ini berapa ?
satu buk !
Nah
kalau ibuk ambil satu bungkus ada berapa ? dua buk
|
Dijelaskan
terlebih dahulu tentang bilangan.
Jadi
anak sudah mengenal angka satu, dan dua sambil di tulis di papan tulis.
Kita
bisa kembangka lagi dengan bahan bungkus bekas Malkist.
|
|
Bahasa
|
Diawali
dengan mengenal macam-macam bahasa.
Anak-anak
bekas bungkus Malkist ini ada gambar apa saja ? gandum buk, roti buk, coklat
buk.
|
Jadi
anak sudah mengenal kosa kata gandum, roti, coklat. Sudah tiga bahasa yang
anak kenal, tinggal kita mengolah lagi supaya banyak kosakata.
|
|
|
Sosial
|
Diawali
dengan pengenalan lingkungan sekitar kita.
Anak-anak
kalau pastik ini di buang sembarangan boleh tidak ? tidak bu guru harus di
buang di tempat sampah, supaya tidak banjir.
Kalau
plastik ini kita bakar boleh tidak ? tidak buk.
|
Anak
sambil diberi stimulus. Jadi anak sudah memahami tentang sosial lingkungan
kita.
Kita
jelaskan kita bakar menyembakan polusi udara, dan pemicu kebakaran.
|
|
|
Agama
|
Dimulai
tentang Akhlak.
Anak-anak
kalau pastik ini kita buang
sembarangan termasuk akhlak terpuji atau tercela ? tercela buk.
Ayo
anak-anak hari ini kita belajar Doa di jauhkan dari bencana.
|
Perlu
kita sadari dengan setimulus satu media bekas ternyata anak-anak sudah bisa
menyimpulkan, menganlisa sejauh itu. Namun ingat ini harus ada setimulus yang
baik dalam belajar. Ini hanya sebuah tulisan harus praktik langsung
Mengenal
doa
|
|
|
Seni
dan Ketrampilan
|
Dimulai
dengan perkenalan warna dan benda kegunaan.
Anak-anak
di kotak ini ada warna apa saja ? coklat, kuning, merah
Anak-anak
mari kita hari ini membauat dompet dari plastik bekas biskuit malkis ya ? ia
buk. Plastik ini kita lipat, nanti kita rangkai menjadi dompet.
|
Secara
tidak langsung anak mengenal warna.
Anak
di ajak membuat dompet dari palstik bekas malkis, ini sudah seni dan
ketrampilan
|
|
|
Motorik
|
Ajak
anak-anak membuat prakarya membuat dompet dari plastik bekas biskuit Malkist,
disitu pasti ada kegiatan menggunting, melipat, dan merangkai, dan menyusun ini sudah motorik
halus.
|
Kadang
kita tidak sadar ternyata hasilnya besar. Selamat mencoba Bunda-bunda AUD
|
Kegiatan
belajar dengan Media Reuse bungkus
Biskuit Malkist di atas adalah contoh,
kita bisa mengembangkan sendiri dan bahasa yang disukai anak-anak.
Contoh
Media Reuse 3
|
MEDIA
|
ASPEK
|
CAPAIAN
|
KETERANGAN
|
|
Gambar
4. Media Reuse Tutup Botol Mineral
(Dok: Aris Sudiyanto. 15 Mei 2020)
|
Matematika
|
Diawali
dengan memperkenalkan matematika dasar.
Anak-anak
jumlahnya tutup botol ini berapa
? tiga buk !
Nah
kalau ibuk ambil satu bungkus ada berapa ? dua buk
Kalau
tutup botol saya ambil satu jadi berapa ? dua buk.
Kalau
tutup botol tambah satu jadi berapa ? empat buk.
Kalau
kita lihat tutup botol ini berbentuk apa nak ? linhkaran buk
|
Dijelaskan
terlebih dahulu tentang bilangan.
Jadi
anak sudah mengenal angka tiga sambil di tulis di papan tulis.
Anak
sudah mengetahui pengurangan dan penjumlahan
Mengenal
bentuk lingkaran
Kita
bisa kembangka lagi dengan bahan tutup botol.
|
|
Bahasa
|
Diawali
dengan mengenal macam-macam bahasa.
Anak-anak
tutup botol ini warna apa ? biru muda dan biru tua buk.
|
Jadi
anak sudah mengenal kosakata biru mudan dan biru tua Sudah dua bahasa yang anak kenal, tinggal kita
mengolah lagi supaya banyak kosakata.
|
|
|
Sosial
|
Diawali
dengan pengenalan lingkungan sekitar kita.
Anak-anak
kalau tutup botol ini di buang sembarangan boleh tidak ? tidak bu guru harus
di buang di tempat sampah, supaya tidak banjir.
Kalau
plastik ini kita bakar boleh tidak ? tidak buk.
|
Anak
sambil di beri stimulus ya. Jadi anak sudah memahami tentang sosial
lingkungan kita.
Kita
jelaskan kita bakar menyembakan polusi udara, dan pemicu kebakaran.
|
|
|
Agama
|
Dimulai
tentang Akhlak.
Anak-anak
kalau tutup botol ini kita buat
bermain lempar-lemparan akhlak terpuji
atau tercela ? tercela buk.
Kita
hari ini belajar berdoa di jauhkan dari orang yang tidak baik (Jahat) ya ?
ayo anak-anak tirukan ibu ya.
|
Perlu
kita sadari dengan setimulus satu media bekas ternyata anak-anak sudah bisa
menyimpulkan, menganlisa sejauh itu. Namun ingat ini harus ada stimulus yang
baik dalam belajar. Ini hanya sebuah tulisan harus praktik langsung
Mengenal
doa.
|
|
|
Seni
dan Ketrampilan
|
Dimulai
dengan perkenalan warna dan benda kegunaan.
Anak-anak
tutup botol ini ada warna apa saja ? biru
tua dan muda buk/pak
Anak-anak
mari kita hari ini membauat tempat tisu dari tutup botol, !
|
Secara
tidak langsung anak mengenal warna biru tua dan biru muda
Anak-anak
di ajak membauat tempat tisu daari tutup botol, yang perlu kita siapkan
adalah kotak/kardus kecil bekas bungkus roti atau wafer, setelah itu tutup
botol di tempel di kotak dengan lem sehingga membentuk tempat tisu. Selamat
mencoba bunda AUD
|
|
|
Motorik
|
Ajak
anak-anak membuat prakarya membuat tempat tisu dari tutup botol air mineral, disitu pasti
ada kegiatan menyusun, menggunting, dan
merangkai ini sudah motorik halus.
|
Kadang
kita tidak sadar ternyata hasilnya besar. Selamat mencoba Bunda-bunda AUD
|
Kegiatan
belajar dengan Media Reuse bungkus
Biskuit Malkist di atas adalah contoh,
kita bisa mengembangkan sendiri dan bahasa yang disukai anak-anak.
Setelah melihat macam-macam Media Reuse memberikan kesimpulan bahwa Media Reuse mudah di dapat dan aman dengan
anak. Kita sebagai orang tua dan guru bisa mencoba mempraktikkan di rumah atau
disekolah. Selamat mencoba.
Keyword: Media, Reuse, Motorik Halus, Anak Usia Dini
Oleh: Aris Sudiyanto,
S.Pd., Gr.
Ketua IGI Pesisir Barat
Ragam Cerita Belajar Daring di masa Pandemi
Ragam Cerita Belajar Daring di masa Pandemi Oleh : Ekalaya Irpan Pamuji,S.Sos Tepatnya Tanggal 13 Juli 2020, sekolah kami...





















